Senin, 19 Januari 2015

Koala Kumal


Koala Kumal (Soft Cover)

Harga : Rp 59.500,-

Sinopsis 
Selain main perang-perangan, gue, Dodo, dan Bahri juga suka berjemur di atas mobil tua warna merah yang sering diparkir di pinggir sungai samping kompleks.
Formasinya selalu sama: Bahri dan gue tiduran di atap mobil, sedangkan Dodo, seperti biasa, agak terbuang, di atas bagasi.
Kadang kami tiduran selama setengah jam. Kadang, kalau cuaca lagi sangat terik, bisa sampai dua jam. Kalau cuacanya lagi sejuk dan tidak terlalu terik, kami biasanya sama-sama menatap ke arah matahari, memandangi langit sambil tiduran.
Kalau sudah begini, Bahri menaruh kedua tangannya di belakang kepala, sambil tiduran dia berkata,
‘Rasanya kayak di Miami, ya?’
‘Iya,’ jawab gue.
‘Iya,’ jawab Dodo.
Kami bertiga gak ada yang pernah ke Miami.


Koala Kumal adalah buku komedi yang menceritakan pengalaman Raditya Dika dari mulai jurit malam SMP yang berakhir dengan kekacauan sampai bertemu perempuan yang mahir bermain tombak.
 
Memasuki tahun kesepuluh sebagai penulis, Raditya Dika melahirkan karya terbarunya Koala Kumal. Masih mengusung genre yang sama—kisah-kisah komedi yang didasarkan pada pengalaman si penulis, kali ini lewat Koala Kumal, Raditya Dika mengajak pembacanya berbicara tentang hubungan yang ‘patah’. Mulai dari renggangnya hubungan pertemanan, perasaan yang berubah kepada orang yang sama, hubungan orangtua dan anak,  hingga patah hati terhebat yang mengubah cara pandang terhadap cinta.



Bulan Terbelah Di Langit Amerika
by HANUM SALSABIELA RAIS & RANGGA ALMAHENDRA

Rp. 75.000,-

Synopsis

Amerika dan Islam. Sejak 11 September 2001, hubungan keduanya berubah. 

Semua orang berbondong-bondong membenturkan mereka. Mengakibatkan banyak korban berjatuhan; saling curiga, saling tuding, dan menyudutkan banyak pihak. 

Ini adalah kisah perjalanan spiritual di balik malapetaka yang mengguncang kemanusiaan. Kisah yang diminta rembulan kepada Tuhan. Kisah yang disaksikan bulan dan dia menginginkan Tuhan membelah dirinya sekali lagi sebagai keajaiban. 

Namun, bulan punya pendirian. Ini untuk terakhir kalinya. Selanjutnya, jika dia bersujud kepada Tuhan agar dibelah lagi, itu bukan untuk keajaiban, melainkan agar dirinya berhenti menyaksikan pertikaian antarmanusia di dunia. 

“Apa? Wajah Nabi Muhammad junjunganku terpahat di atas gedung ini? Apa-apaan ini! Penghinaan besar!” seruku pada Julia. Mataku hampir berair menatap patung di dinding Supreme Court atau Mahkamah Agung Amerika Serikat, tempat para pengadil dan terhukum di titik puncak negeri ini. 

“Jangan emosi. Tak bisakah kau berpikir lebih jauh, Hanum? Bahwa negeri ini telah dengan sadar mengakui Muhammad sebagai patron keadilannya. Bahwa Islam dan Amerika memiliki tautan sejarah panjang tentang arti perjuangan hidup dan keadilan bagi sesama. 

“Akulah buktinya, Hanum.”

Rabu, 28 Mei 2014



PRABOWO Ksatria Pengawal Macan Asia
Brand : Galangpress
Penulis : Femi Adi Soempeno dan Firlana Laksitasari
Tahun Terbit : 2012
ISBN : 978-602-8174-88-6
Ukuran : 15 x 23 cm
Tebal : 275 halaman

Sinopsis
PRABOWO Ksatria Pengawal Macan Asia
Mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai macan Asia. Itu bukan lagi sebatas impian, tapi sudah menyatu dalam denyut nadi dan napas Prabowo Subianto. Sejak terjun di panggung politik, Prabowo mendengungkan tekad untuk melambungkan derajat bangsa sehingga Indonesia bisa menjadi negara yang disegani oleh bangsa lain. Disegani karena karena kemandirian ekonomi, pilar pendidikan dan kesehatan yang kuat, hingga kemajuan industri yang mampu melejitkan kesejahteraan rakyat.
Lewat kendaraan politiknya yaitu Partai Gerindra, Prabowo merasa optimis bisa meretas tekadnya tersebut. tentu saja, keyakinan kuatnya itu didasarkan pada terobosan program-program kerakyatan yangsudah ia rancang. Salah satunya gerakan minum susu yang dinamakan revolusi putih.
Hanya saja, langkah Prabowo untuk mewujudkan tekad besarnya itu terganjal isu pelanggaran HAM yang membelenggunya. Ia diduga kuat terlibat dalam penculikan dan penghilangan para aktivis '98. Maka tak heran, publik masih ragu terhadap jati diri Prabowo. "Saya penganut falsafah Jawa sing becik ketitik, sing ala ketara artinya yang baik akan ketahuan dan yang buruk juga akan terlihat," ujar Prabowo. Jika tuduhan itu benar, sebagai ksatria ia tidak akan lari dari tuduhan. Hal ini terbukti saat mempertanggungjawabkan kasus tersebut di Dewan Kehormatan Perwira.
Jalan panjang penuh duri dilewati Prabowo tanpa keluh kesah. JAdi layaklah, jika ia maju sebagai calon Presiden RI periode 2014 - 2019. Kini Prabowo tak lagi dekat dengan kalangan militer, justru ia lekat dengan petani, nelayan, pedagang, dan rakyat yang begitu rindu akan perubahan Indonesia sebagai macan Asia.

Gramedia Pemuda selalu menyajikan yang terbaik untuk anda.